Penampakan Kota Saranjana di Bukti Mamake Sarang Tiung, Kotabaru, Kalimantan Selatan

Bukit Mamake Sarang Tiung

Sarang Tiung, Pulau Laut Sigam, Kotabaru, Kalimantan Selatan.


Halo, Sobat Tourism!

Aku Rainy. Aku seorang mahasiswi semester 3 (tiga) yang sedang berkuliah di Kampus Politeknik Negeri Samarinda Jurusan Pariwisata Prodi Usaha Perjalanan Wisata. Ini adalah artikel kedua yang aku terbitkan di blog ini. Sebelumnya, aku sudah menerbitkan artikel mengenai tempat wisata kuliner yang populer di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Yaitu "Pasar Tumpah Pringgondani" sebagai blog pertamaku. Sekarang, kita akan geser sedikit ke destinasi populer di Kotabaru, Kalimantan Selatan!

Sobat Tourism, walau aku warga asli Samarinda, Kalimantan Timur, aku juga punya keluarga jauh yang berada di daerah Batu Licin, Kalimantan Selatan. Pada tahun 2023 lalu, aku sempat mengunjungi mereka bersama keluarga kecilku. Perjalanan kami melalui jalur darat dan jalur laut. Dari Samarinda, kami melewati Tol Balikpapan Samarinda dan keluar di Gerbang Tol Karang Joang dengan tarif Rp 130.500 lalu kami menuju ke Pelabuhan Penyebrangan Kariangau Balikpapan untuk menyebrang ke Kota Penajam menggunakan kapal Ferry sebesar Rp 325.985 (1 mobil dan termasuk 1 orang dewasa, berarti perlu dikali orang dewasa lainnya jika ikut dalam mobil tersebut) dengan lama penyebrangan kurang lebih 60 menit atau 1 jam. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Batu Licin kurang lebih 10 jam diselingi istirahat untuk mandi, makan, dan minum.


Long story short, kami menginap di kekediaman keluargaku selama 6 hari 5 malam. Di hari ke - 4 kami menginap, kami memutuskan untuk jalan - jalan ke Kotabaru. Dari Batu Licin ke Pelabuhan Batu Licin sebesar Rp 205.000 (1 mobil dan termasuk 1 orang dewasa, berarti perlu dikali orang dewasa lainnya jika ikut dalam mobil tersebut) memakan waktu 15 menit menggunakan mobil. Selanjutnya, kami tiba di Pelabuhan Tanjung Serdang selama 30 menit. Kami langsung meneruskan perjalanan ke destinasi Bukit Mamake Sarang Tiung selama 1 jam lebih. Dari pusat kota menuju Bukit Mamake Sarang Tiung memakan waktu sekitar 30 menit. Untuk memasuki destinasi ini perlu membayar tiket masuk Rp 16.000 / orang.


Bukit Mamake Sarang Tiung disebut juga jembatan U, karena struktur jembatannya yang menyerupai letter "u". Bukit Mamake Sarang Tiung merupakan objek wisata alam yang banyak diminati wisatawan karena dari puncak bukit pengunjung akan dimanjakan pemandangan gunung, hutan, kota, dan lautan hingga pemandangan matahari terbit dan tenggelam yang menawan. Berbagai fasilitas tersedia di bukit ini, mulai akses jalan yang sudah beraspal yang dapat dilalui kendaraan bermotor / mobil, area parkir yang luas, gazebo untuk bersantai, taman buat camping, toilet, dan jembatan yang berbentuk U.


Untuk hari dan jam operasional:

📌 Bukit Mamake Sarang Tiung
📆 : Buka setiap hari
⏰ : 24 jam



Nah, Sobat Tourism. Sebelumnya, destinasi ini pernah viral beberapa tahun silam di media sosial karena fenomena langka hingga menjadi buah bibir netizen dunia maya. Apa sih penyebabnya? Sini aku ceritakan!


original source @newsupdateindonesia on tiktok

Semua bermula dari unggahan seseorang di story media sosial, yaitu dokter cantik yang bernama Devi Puspita Sari yang berasal dari Kotabaru, Kalimantan Timur.  Dokter cantik yang kerap dikenal sebagai Dokter Devi mengunggah suatu footage dirinya yang ditangkap oleh suaminya di Bukit Mamake Sarang Tiung pada hari Minggu, 25 Desember 2022 sekitar pukul 7.30 malam. Unggahan beliau memicu beragam komentar pro kontra netizen. Hal tersebut disebabkan karena footage yang Dokter Devi unggah—tanpa sengaja memperlihatkan background siluet bangunan di langit Kotabaru.

Banyak komentar yang mengatakan bahwa itu merupakan siluet dari Kota yang hilang, yaitu Kota Saranjana. Namun, banyak juga yang berspekulasi bahwa footage itu telah direkayasa / diedit. Tetapi, Dokter Devi memberikan keterangan melalui video klarifikasinya, jika footage tersebut diambil dan diunggah tanpa editan dan hanya bermodalkan mode malam dari camera ponsel miliknya.


Diceritakan dahulu Kota Saranjana merupakan kota yang tercatat dalam peta dunia. Namun, hingga saat ini masyarakat sekitar belum pernah melihat kota tersebut. Kota ini hanya digambarkan dari mulut ke mulut berdasarkan kisah yang ada.


Semenjak unggahan dari Dokter Devi, banyak orang penasaran dan berdatangan ke spot Bukit Mamake Sarang Tiung. Secara geografis, lokasi Bukit Mamake Sarang Tiung berdekatan dengan daerah Kota Saranjana berdasarkan peta dunia yang dibuat oleh ilmuwan Belanda.

Di luar berita viral tersebut, banyak wisatawan lokal hingga turis yang ke sini mengatakan bahwa destinasi ini sangat worth it untuk dikunjungi!



Sekian pengalamanku berkunjung di Bukit Mamake Sarang Tiung. Sampai jumpa di blog - ku selanjutnya!

Jangan lupa kunjungi:
Seluruh blog - ku di everythingisaboutourism

Komentar

Posting Komentar