Pasar Keramat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

Pasar Tumpah Pringgodani

Jl. Gunung Binjai No.14, Teritip Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.


Halo, Sobat Tourism!

First of all, haloo semuanya! Sejujurnya ini adalah blog pertama yang aku buat. Mungkin akan sedikit kaku dalam beberapa waktu ke depan. aku harap blog ini tetap nyaman dibaca oleh teman - teman!

Perkenalkan, aku Rainy. Kala aku menulis blog ini, aku seorang mahasiswi semester 3 (tiga) yang sedang berkuliah di Kampus Politeknik Negeri Samarinda Jurusan Pariwisata Prodi Usaha Perjalanan Wisata.

Aku memiliki banyak objek wisata yang pernah aku datangi. Jadi, aku akan membagikan pengalaman berwisataku dalam  blog ini. Dan, destinasi “Pasar Tumpah Pringgodani” menjadi artikel debut pertama yang akan aku publikasikan di sini!

Nah, Sobat Tourism, Pasar Tumpah Pringgodani ini salah satu jenis destinasi kuliner yang berada di Kota Balikpapan, lho! Lokasi detailnya ada di Jalan Gunung Binjai No. 14, Teritip Kec. Balikapapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.



Karena start point aku dari Kota Samarinda. Jadi, untuk menuju ke Pasar Tumpah Pringgodani aku menggunakan kendaraan roda 4 selama 1 jam 50 menit dengan jarak perjalanan 101 km melalui jalan Tol Balikpapan - Samarinda, lalu keluarnya di gerbang Tol Samboja dengan tarif Rp 97.500. Namun, kalau kalian mau menggunakan sepeda motor itu masih bisa banget! Kalian bisa melewati jalur Bukit Soeharto menuju daerah Balikpapan. Perjalanan dengan sepeda motor bisa memakan waktu 2 jam lebih. Jangan lupa siapkan air mineral, ya!


sumber di instagram @af.ifahh__
Sebelum masuk, kalian perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 6.000 kemudian membayar parkir yang dikelola oleh masyarakat lokal sebesar Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.


Setelah masuk, kita langsung disuguhkan dengan pemandangan budaya dan ornamen Jawa. Yap, kalian gak salah dengar! Budaya dan ornamen dari Suku Jawa. Situasi inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari Pasar Tumpah Pringgodani selain dengan konsep wisatanya. Para pedangang di sana berjualan dengan konsep menyebar, sehingga membuat kesan tata lokasinya berhamburan. Ditambah lagi, mereka berjualan sambil menggunakan pakaian adat Suku Jawa. Tidak sedikit Suku Jawa yang merantau ke Kalimantan Timur dan berkunjung ke sini mengatakan bahwa mereka merasa seperti sedang pulang kampung.


Banyak yang bingung “apakah Pasar Tumpah Pringgodani dan Pasar Keramat itu sama?”

Jawabannya, beda tipis, ya Sobat Tourism.
Walaupun Pasar Tumpah Pringgodani dan Pasar Keramat berada di lokasi yang sama, namun ada perbedaannya. Untuk mengetahui perbedaannya bisa di simak dulu, ya Sobat Tourism!

Selain itu, ada hal unik lainnya yang aku temukan di Pasar Tumpah Pringgodani, yaitu mereka menggunakan transaksi jual - beli barang dengan mata uang kayu!


Setelah membeli tiket masuk, pengunjung / wisatawan akan diarahkan ke loket tukar mata uang. Di situ kalian bisa menukarkan uang tunai dengan uang kayu yang menjadi alat transaksi kalian selama di Pasar Tumpah Pringgodani. Tapi, jangan khawatir jika uang yang kalian tukarkan masih tersisa, kalian dapat menukarkan uang kayu tersebut ke loket awal untuk ditukar kembali menjadi uang tunai sesuai nominal yang tersisa.

Pasar Tumpah Pringgodani sendiri letaknya jauh dari keramaian pikuk perkotaan. Jadi, suasana yang disajikan hanyalah suasana asri pepohonan dan kicauan antusias dari pengunjung / wisatawan yang ramai berbelanja. Harga makanan UMKM di sini masih terbilang murah, lho! Meski murah, rasa makanannya masih enak - enak.

Untuk hari dan jam operasional:

📌 Pasar Tumpah Pringgodani
📆 : Buka setiap hari Sabtu, Minggu, dan tanggal merah. Pedagang hanya memakai pakaian adat Jawa saja.
⏰ : 07.00 Pagi - 16.00 Sore.

📌 Pasar Keramat
📆 : Hanya di hari Minggu setiap awal bulan. Pedagang memakai pakaian adat nusantara.
⏰ : 07.00 Pagi - 16.00 Sore.

lebih spesifik mengenai Pasar Keramat yang ada di Pasar Tumpah Pringgodani adalah para pedagang menggunakan pakaian adat nusantara. Karena pakaian adat banyak dalam kebudayaan di Indonesia menganggap bahwa pakaian adat dianggap mengandung nilai sakral / keramat.

Mengenai fasilitas, fasilitas yang disediakan sangat lengkap. Mulai dari peta destinasi, toilet, tempat duduk, karpet hingga tempat lesehan, meja makan, musholla, hingga area spot foto – foto.


Buat kalian yang ingin berkunjung bersama teman - teman maupun keluarga, harap tetap menjaga komunikasi dan tidak saling berpisah. Karena kawasan di destinasi ini sangatlah luas.

Sekian pengalamanku berkunjung di Pasar Tumpah Pringgodani. Sampai jumpa di blog - ku selanjutnya!

Jangan lupa kunjungi:
Pasar Tumpah Pringgodani di instagram.com/pringgondani.gsa

Komentar